Blog

Bingung bagaimana cara menghitung biaya bangun rumah ?

Bingung bagaimana cara menghitung bangun rumah ?

Siapa si yang tidak mau punya rumah yang layak dan enak di pandang , kita semua pasti ingin memiliki hal itu semua di dunia ini. Nah untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan kita harus memperitungkan dari segala segi keungan , tanaga kerja dan matrial yang kita butuh kan.cara menghitung bangun rumah Berikut estimasinya !

1, Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan alat alat untuk mengukur area luas tanah yang akan kita bangun seperti :

  • Kalkulator (alat hitung)
  • Benang ukur (tali nilon)
  • Water pass
  • Roll mater (laser mater)
  • Theodolit
  • Pengukur sudut

Dan cara untuk mengukur luas tanah yang akan di bangun adalah sebagai berikut :

  1. Lihat kondisi tanah yang akan di bangun, jika terdapat pung ata sampah dan reumputan lebih baik di bersihkan terlebih dahulu gar tidak mengganggu pandangan.
  2. Lakukan lah pengukuran menggunakan alat roll mater / thedolit untuk mendapatkan lebar dan panjang tanah
  3. Lalu mulai ukur sudut tanah menggunakan alat theodolot
  4. Lalu mulai ukur lebar jalan yang ada di depan rumah
  5. Lalu setiap data yang telah di kumpulkan bisa di buat untuk sketsa hasil pengukuran tanah,
cara menghitung bangun rumah

2. Biaya desin Arsitek sebagai acuan biaya

Belakangan ini masih belum banyak kalangan yang menggunakan arstiek dan arsitek interior untuk membuat desin rumah. Beberapa kelebihan memakai jasa arsitek adalah :

  1. Menghidari dari resiko fatal terhadap bangunan seperti , retaknya dinding atau bisa mengakibatkan bangunan roboh/ambruk
  2. Walaupun sepintas menambah biaya anggaran untuk membangun rumah, justru sebaliknya menggunakan jasa arsitek akan membantu kita untuk menghitung rencana anggarana biaya (RAB) dan kita akan tahu spesifikasi matrial yang akan di gunakan dan kita akan lebih tahu berapa biaya yang akan di keluarkan, selama si kontraktor berpedoman kepada RAB awal.
  3. Arsitek akan mangasih tahu / memberikan saran yang terbaik kepada kita jika ingin membuat bangunan yang kita inginkan, dan kita dapat berkonsultasi langusung dengan orang orang yang professional. Dan biyasanya tarif yang akan ditarik dari arsitek itu /m2 untuk design arsitek belum termasuk disain interior rumahnya itu sendiri. Biaya yang di kenakan sekitar Rp. 60.000/m2 untuk biaya desain arsitek.
harga-bahan-bangunan

3, Menyusun matrial bangunan

Setelah desain selesai, tahap berikutnya adalah membuat susunan daftr matrial untuk membangun rumah yang sesuai kita butuhkan. Pada umumnya matrial untuk membangun rumah sama saja, yang membedakan hanya volume matrial, karena ini berhubungan dengan luas tanah dan desain rumah yang sudah dibuat. Next adalah susunan matrial yang harus kita siapkan ;

  1. Batu kali

Batu kali adalah matrial pertamakali yang dibutuhkan untuk membuat pondasi rumah, hal ini benar benar harus sangat di perhitungkan. Jika tidak, bisa mengakibatkan ambruknya rumah. Jika kita ingin membuat rumah santu lantai, pondasi yang kita butuhkan terdiri dari susunan batu kali yang di tempelkan dengan adukan semen dan pasir. Selain batu kali kita juga bisa menggunakan seperti, batu putih, batu gunung, dan batu bata. Tapi kebanyakan umum banguna menggunakan batu kali karena kualitas kekuatan batu tersebut. Harga kisaran batu kali saat ini sekitar Rp. 190 Ribu – Rp. 210 Ribu.

  • Semen

Selanjutnya adalah semen, fungsi semen sebagai perekat antara batu dengan batu lainya atau hal yang sejenisnya, didalam membangun rumah semen ini sangat diperlukan, baik saat membuat pondasi, dinding, Corcoran, maupun lantai untuk perekat keramik. Semen memiliki harga yang bervaryasi tergantung merek dan kualitas dan kegunaan semen itu sendiri, di perkirakan harga semen saat ini antara Rp. 55 Ribu – Rp. 65 Ribu per 50kg.

  • Pasir

Kegunaan bahan ini digunakan sebagai campuran bahan semen, pasri juga memiliki beberapa jenis pasir, ada pasir putih, pasir merah, dan pasir kali, yang biasa kita gunakan adalah pasir kali , pada umumnya harga pasir saat ini berkisaran antara Rp. 185 Ribu – Rp. 250 ribu per meter kubik.

  • Gamping

Matrial satu ini tidak harus dipergunakan didalam adukan pasir dan semen. Diperkirakan harga gamping saat ini berkisar sekitar Rp. 1400 per kg.

  • Baja atau besi

Ada beberapa bagian yang diperlukan saat membangun rumah, di antaranya ; slof pondasi, rangka atap rumah untuk menahan beban atap / genteng, kolom (memperkuat antara 2 dinding. Diperkirakan harga besi beton saat ini berkisar Rp. 16 Ribu – 110 Ribu, harga tersebut bervariasi dari segi lebar penampangnya. Sedangkan kerangka untuk dinding kisarah harga mencapai Rp. 65 Ribu per batang.

  • Batu Kerikil

Ada beberapa jenis kerikil , ciri ciri kerikil yang berkualitas adalah, keras, tidak berongga, berat. Biasanya matrial ini terbuat dari batu besar yang di pecahkan hingga menjadi bebatuan yang kecil kecil. Matrial berkisaran mencapai harga Rp 300 Ribu per meter kubik.

  • Batu hebel atau batu bata merah

Matrial ini berperan sangat penting untuk membuat dinding dinding yang kokoh dan kuat. Untuk batu herbel kelebihanya lebih cepat pengerjaanya tidak membuang kos tukang terlalu banyak. Untuk kisaran batu hebel berharga di angka Rp 7000 – 10.000 per pcs.

Untuk bata merah kelebihanya disegi kekuatanya, akan tetapi untuk pengerjaanya membutuhkan waktu dan biaya tukang yang lebih besar. Untuk kisaran harga batu batah merah di angka Rp. 1000 – 2500 per pcs.

  • Kayu

Sampai saat ini kayu masi dipergunakan sebagai rangka atap rumah untuk menahan beban genteng, untuk kisaran harga kayu di angka Rp 200 ribu per batang p; 4 meter

  • Baja ringan

Bahan ini sekarang menjadi alternatif lain pengganti kayu, kelebihan dari baja ringan yaitu sangat kuat dan tidak akan rapu di makan rayap . saat ini baja ringan untuk kisaran harganya menyentuh harga 130rb /m3

  1. Genteng

Ada beberapa jenis genteng yang bisa ditemukan di pasaran ;

  • Genteng tanahliat (Rp 5 ribu – 9 ribu per pcs)
  • Genteng keramik (Rp 9 ribu – 11 ribu per pcs)
  • Genteng Beton (Rp 8 ribu – 10 ribu per pcs)
  • Genteng aspal (Rp. 160 ribu – Rp 180 ribu per pcs)
  • Genteng sirap (Rp 4 ribu – 6 ribu per lembar)
  • Genteng metal (Rp 70 ribu – 130 ribu per meter)

4, Menghitung biaya tukang

Jika ingin meronovasi sebuah rumah, yang harus Anda ketahui ada beberapa metode pembayaran yang berlaku, Yaitu ;

  • System Harian
  • System Borongan Jasa
  • System Borongan Penuh

Untuk biaya system harian perkiraan, Kenek dibayar Rp 100.000 – 110.000 , Tukang dibayar Rp 120.000 – 150.000 per hari, belum termasuk biaya matrial, makan dan lain – lain. Untuk system ini kemungkinan terjadinya pembengkakan biaya tukang bisa terjadi, karena waktu sangat berpengaruh dalam melakukan pekerjaan harian.

Untuk biaya system borongan jasa perkiraan, dibayar Rp 1.100.000 – Rp 1.300.000 /m2, belum termasuk matrial dll. System ini hampir sama dengan system harian, tapi kelebihan system borongan jasa yaitu, lebih efesien waktu karna si tukang (Pekerja) akan di tuntut waktu, dan biaya yang Anda keluarkan untuk biaya tukang , akan lebih jelas berapa yang Anda akan bayar, karena situkang berpacuan kepada harga per meter (luas bangunan) bukan waktu yang di hitung.

Jika semua sudah lengkap data yang sudah kita peroleh tinggal kita jumblahkan saja dari keseluruhan bahan martial yang kita inginkan.  Dan jadi lah sebuah RAB (rencana anggaran bangunan). jadi seperti itulah cara menghitung bangun rumah

Jika anda bingung ketika ingin membangun rumah dan takut akan tertipu dengan kontraktor yang tidak amanah dan terperaya, silahkan cek bintoroarchitect.co.id Insya allah amanah dan terpercaya.

Leave a comment